1. Buatlah routing sederhana yang terdiri atas client, router dan DMZ
2. Install apache,mySQL, phpmyadmin pada DMZ
3. DMZ
akan digunakan sebagai Web Server. Terdapat 2 buah website yang
ditangani oleh web server ini yaitu ip_anda:80, ip_anda:8080.
Kemudian pada website ip_anda:80 terdapat subdirektori /admin yang
mana sebenarnya file-filenya terletak di /home/admin, berbeda dengan
file-file lain yang terletak di /var/www.Ketika mengakses
ip_anda:8080 user harus menginputkan username dan password
(menggunakan .htaccess) Semua website tidak boleh menampilkan list
direktori. Jadi jika tidak ada file index (index.html, index.php,
default.asp) maka daftar file dan subdirektori yang ada tidak akan
tampil. Ketika kita mengakses ip_anda:80/example maka akan diarahkan
ke ip_anda:80/example/example.html
4. Umumnya file yang diakses http://www.something.com adalah file index.html atau index.php di folder htdocs (windows) atau di /var/www/html (linux). Nah, ada kalanya kita sebagai pemilik web server tersebut berkeinginan untuk memberikan fasilitas kepada user yakni berupa homepage mereka. Buatlah konfigurasi web server agar memiliki fasilitas homepagenya sendiri (mod_userdir)
4. Umumnya file yang diakses http://www.something.com adalah file index.html atau index.php di folder htdocs (windows) atau di /var/www/html (linux). Nah, ada kalanya kita sebagai pemilik web server tersebut berkeinginan untuk memberikan fasilitas kepada user yakni berupa homepage mereka. Buatlah konfigurasi web server agar memiliki fasilitas homepagenya sendiri (mod_userdir)
5. Buatlah
configurasi webserver agar dapat menggunakan SSL pada Apache HTTP
Server anda dengan studi kasus : self-signed-certificate..
6. Lakukan
configurasi untuk mengoptimasi Apache dengan asums: guaranteed RAM
(RAM yang pasti tersedia untuk apache) sebesar 8 MB